Strategi Marketing Investasi Reksadana

Blog.VanWellis.com,- Masyarakat indonesia mungkin Banyak yang belum paham tentang perbedaan Antara Menabung dan berinvestasi..! Menabung dan investasi merupakan dua hal yang berbeda. Untuk menyiapkan tujuan jangka panjang seperti dana pensiun, dana pendidikan, tak cukup jika hanya sekadar menabung.

Menabung akan menghadapi risiko tergerus inflasi. Untuk itu, menabung sebaiknya hanya digunakan untuk menyimpan dana darurat atau keperluan sehari-hari.
Sementara itu, investasi bertujuan untuk menambah aset kekayaan, yang memiliki keuntungan melebihi tingkat inflasi. Beberapa contoh investasi seperti tanah, properti, saham, reksa dana, logam mulia, hingga koleksi seni.

Sebelum berinvestasi, ada berapa langkah yang harus Anda persiapkan. sebelum memulai investasi, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi. Tujuan ini seperti dana darurat, menyiapkan dana pendidikan, atau bahkan plesir keliling dunia beberapa tahun mendatang.

Setelah itu, siapkan terlebih dahulu dana darurat. Dana darurat ini penting untuk meng-cover kebutuhan darurat dan tak terduga. Besaran dana darurat ini tergantung masing-masing kondisi investor.
Untuk single, besarnya tiga kali biaya hidup bulanan, untuk yang sudah menikah, tujuh kali biaya hidup bulanan, dan bagi yang memiliki anak, menyediakan biaya hidup 9-12 kali.
“Selain dana darurat, jangan lupa memiliki proteksi dari asuransi kesehatan. Jika tak memiliki keduanya, rencana investasi bisa terganggu.
Setelah dana darurat dan proteksi tercapai, hitung arus kas. Jangan lupa lunasi utang non produktif seperti cicilan kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA). Setelah itu, pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko.

Salah satu cara mudah untuk berinvestasi adalah melalui reksa dana. Reksa dana adalah bentuk investasi dengan menghimpun dana dari investor untuk diinvestasikan oleh manajer investasi dalam portofolio efek. Reksa dana ini memiliki keunggulan, yaitu mudah dan tidak membutuhkan dana yang besar untuk memulai investasi.

Setiap investasi selalu memiliki risiko. Risiko jika berinvestasi di reksa dana adalah jika saham yang diinvestasikan menurun atau bahkan mengalami kegagalan (issuer default).

Bagaimana memilih reksa dana? Caranya, lihat bagaimana kinerja selama beberapa tahun terakhir, ukur pula berapa total dana yang telah dikelola.

Ada beberapa jenis reksa dana seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, reksa dana saham, dan reksa dana terproteksi. Sementara itu, beberapa risikonya yaitu menurunnya nilai aktiva bersih, risiko likuiditas, pasar, wanpresstasi, perubahan peraturan, dan perpajakan.

Semakin lama melakukan investasi, hasilnya lebih optimal, meski dengan dana kecil, dibanding investasi dalam jangka pendek dengan dana lebih besar. “Jika tujuan investasi sudah terkumpul, masukkan ke deposito,” agar tidak pernah pusing dengan pasar. Apa pun kondisi pasar, investor tetap melakukan pembelian reksa dana setiap bulannya.
Selain itu, dia melanjutkan, gunakan reksa dana berbeda untuk tujuan berbeda. Misalnya untuk menyiapkan dana pendidikan anak pertama dengan anak kedua agar tidak mengganggu tujuan yang lain.
Pilihlah layanan reksa dana yang menggunakan berbagai layanan media baik secara online, layanan Call Center, Telemarketing, serta memiliki Agent Telesales yang ramah, agar dapat memberikan kemudahan layanan yang dapat anda akses setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *